Mantan kapten tim nasional Inggris Alan Shearer, menyoroti rumor yang menyebut Manchester United mempertimbangkan memanggil kembali Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih interim. Wacana tersebut mencuat setelah manajemen klub memutuskan berpisah dengan Ruben Amorim pada awal pekan, sehingga kursi pelatih di Old Trafford kembali kosong.
Solskjaer disebut-sebut menjadi kandidat utama untuk mengisi posisi sementara hingga akhir musim. Ini akan menjadi periode ketiganya menangani Setan Merah jika benar terjadi. Namun, menurut Shearer, keputusan tersebut justru menunjukkan kurangnya arah dan perencanaan jangka panjang di tubuh klub.
Akan sangat membingungkan jika mereka kembali menunjuk Ole, kata Shearer dalam sesi wawancara dengan Betfair.
Saya masih bisa memahami bila Darren Fletcher atau Michael Carrick yang dipilih. Tapi membawa kembali sosok yang pernah mereka pecat? Itu sulit dimengerti.
Solskjaer Dekat dengan Klub, Tapi Bukan Jawaban
Shearer mengakui bahwa Solskjaer punya ikatan emosional kuat dengan Manchester United, baik sebagai mantan striker maupun mantan pelatih. Ia bahkan mengingat bagaimana Solskjaer sempat memberikan angin segar saat pertama kali ditunjuk sebagai interim.
Namun, menurutnya, sejarah baik itu tidak cukup untuk dijadikan dasar pengangkatan ulang.
Solskjaer adalah legenda klub, dan dia pernah membawa perubahan positif, ujarnya.
Tetapi pada akhirnya, klub memutuskan untuk memecatnya. Itu sudah menjadi alasan yang jelas.
Shearer menilai MU harus berhenti mengulang pola yang sama: memecat pelatih, menunjuk interim, lalu kembali melakukan pergantian di musim berikutnya.
Banyak Pilihan Pelatih Besar Menanti di Musim Panas
Komentator asal Inggris itu menilai bahwa klub seharusnya berpikir strategis dengan menunggu sampai musim panas, ketika banyak pelatih papan atas berpotensi tersedia.
Ia menyebut beberapa nama besar seperti Thomas Tuchel dan Carlo Ancelotti, tergantung perkembangan situasi di tim nasional maupun klub masing-masing.
MU Perlu Manajer Berwibawa dan Waktu untuk Membangun
Menurut Shearer, Setan Merah membutuhkan figur pelatih yang kuat sekaligus memiliki visi panjang. Ia menekankan bahwa klub harus memberikan kepercayaan penuh kepada pelatih dan tidak mudah panik setiap kali hasil mulai goyah.
Cara menghentikan siklus ini adalah dengan mendatangkan pelatih besar yang punya karakter kuat, lalu membiarkannya bekerja, tegasnya.
Lihatlah tiga tim teratas saat ini — Aston Villa, City, dan Arsenal — mereka semua berkembang karena manajer punya ruang penuh menjalankan proyeknya.
Manajemen Harus Selaras
Shearer juga menilai keberhasilan klub bukan hanya soal pelatih, melainkan harmoni antara manajer, direktur olahraga, dan struktur manajemen lainnya. Ia menegaskan bahwa klub-klub besar bekerja karena semua elemen bergerak di jalur yang sama.
Mereka punya direktur olahraga, tapi semuanya selaras. Itulah yang perlu terjadi di Manchester United jika ingin kembali bersaing di level atas, sebutnya saat di temui di kediamannya oleh tim Tuna55.
Pendapat Shearer ini mempertegas tekanan besar yang kini berada di pundak manajemen Manchester United. Keputusan yang mereka ambil dalam beberapa pekan ke depan tidak hanya menentukan arah musim ini, tetapi juga masa depan klub yang terus bergulat dengan ketidakstabilan sejak era pasca-Ferguson.